Selasa, 15 Agustus 2017

Teguran Seorang Teman

" Tidak ada satu pun manusia yang sepenuhnya menjadi seperti yang di kehendaki orang lain."

Kalimat yang membenarkan ego seorang manusia. 
Tidak ada yang salah. 
Karena manusia memiliki keunikan, sifat dan pemikiran masing-masing.
Aku tidak menyalahkan siapapun dan aku tidak ingin di salahkan juga. 
Namun hari ini, aku di tegur oleh temanku 
karena sifatku yang jutek, to the point 
dan gak tahan dengan kalimat-kalimat yang jelas tau jawabannya, 
tetapi di pertanyakan lagi. 

Sebagai manusia biasa, saat di kritik dan di tegur, 
saya tidak terima, karena saya tidak suka, 
katanya karena sifat saya itu, saya di bilang jutek dan cerewet. 
Yeah..... It's me.  

Tapi, kembali saya merenung, karena ia teman saya, dia sayang dengan saya, makanya ia menegur saya, memberitahukan bahwa saya salah. Tidak seharusnya saya seperti itu, saya harus berubah.

Apakah saya dapat berubah ? Tidak ada ada yang salah, saya harus membuka pikiran saya, teguran itu karena sayangnya dia kepada saya. Perbedaan di antara kami, membuat saya lebih belajar lagi, tentang kepribadian saya sendiri, sejauh mana saya bersabar, menerima kritikan, menerima pandangan orang lain dan lebih membiarkan apa yang harus terjadi terjadilah, karena tiada yang sempurna di dunia ini.

Tegurannya membuat saya kembali merenung, saya masih harus berubah, masih harus belajar dan belajar.
Terima Kasih temanku untuk teguran kali ini.

Minggu, 13 Agustus 2017

Miss You Lau Pa

Beberapa hari yang lalu saat aku ketemuan dengan teman baiku di salah satu mall. Aku melihat ada seorang anak perempuan yang makan bersama dengan ayahnya. Sedikit mencuri perhatianku. Aku teringat dua tahun yang lalu, saat papa masih hidup dan aku bertugas di kota lain, saat aku pulang ke kota tempat tinggalku, selalu menyempatkan diri untuk makan bersama papa, seringnya selalu makan mie pansit, karena aku menyukainya. Papa selalu menuruti keinginanku karena menurutnya di kota tempat aku bertugas, aku susah untuk mendapatkan makanan itu. Saat kami makan, banyak hal yang kami obrolkan. Tidak ada tempat istimewa, hanya ke mana papa membawaku, karena saat itu aku belum bisa membawa kendaraan sendiri. Kini aku merindukan moment moment itu. 
Setelah dari tempat makan tersebut, saat aku mau pulang, aku melihat lagi ayah dan anak perempuan itu keluar dari supermarket, sepertinya mereka habis belanja keperluan bulanan. Aku terharu dan sedikit iri, aku merindukan papa.
Melihat mereka yang memiliki orang tua yang melindungi, memperhatikan dan memarahi, sedikt membuatku iri. Aku yang masih memiliki seorang ibu, tetapi tidak pernah mencariku, sedangkan papa yang peduli padaku tidak ada lagi. 
Waktu yang berjalan memang membuatku sedikit melupakan kesedihanku akan kehilangan papa. Tapi kerinduan ini masih tetap ada. Aku tidak akan tau kerinduan ini akan sampai kapan, tetapi kini aku mengerti, arti seorang papa buat seorang anak perempuan.
Miss u Lau pa

Selasa, 25 Juli 2017

Rasa Sayang

Pagi ini, saya baru sempat membaca satu per satu isian yang saya berikan semalam. Pertanyaan-pertanyaan yang saya buat sendiri dengan tujuan bertanya pada diri saya sendiri, yang akhirnya saya keluarkan dan melihat reaksi yang lain dalam pelatihan.
Beberapa bulan yang lalu saat tema yang sama saya bawakkan di daerah yang berbeda, saya melihat dari isian tersebut hanya satu dua orang yang memiliki rasa sayang terhadap tempat ia bekerja, bagi yang lain perusahaan mereka hanya tampat menghasilkan gaji mereka, tidak tergambarkan adanya rasa sayang yang tumbuh dalam diri mereka terhadap perusahaan mereka.
Namun jawaban dari peserta pelatihan semalam, ada rasa sayang, kasih dan perduli bahkan kebanggaan buat mereka akan perusahaan mereka.
Jujur, hati saya tersentuh dengan jawaban-jawaban mereka. terlepas dari niat apa mereka menuliskan tulisan mereka. tapi saya membaca adanya ketulusan yang tersirat pada tulisan mereka.
Saya berharap dengan adanya pelatihan-pelatihan yang menumbuhkan rasa di perdulikan, rasa di perhatikan membuat mereka semangat kembali.
Melihat perkembangan mereka yang sedikit mundur dari dua tahun sebelumnya, membuat saya sedikit bersedih hati dan berpikir keras, apa yang salah dan bagaimana membuat mereka kembali pada semangat tinggi  mereka seperti saat itu.
Saya masih berharap pada kemajuan mereka, mereka yang belajar dari yang tidak tau dan tidak mengerti. Menjadi mereka yang saat ini.

berharap mereka bisa maju dan maju lagi, tidak jalan di tempat. Karena rasa sayang yang mereka miliki.

Jumat, 30 Juni 2017

For Someone I'm respect (Eps 3)

Tulisan ke tiga untuk orang yang sama. Seingatku, dulu masa jatuh cinta juga tidak pernah menuliskan mereka dalam blogku, tapi kenapa beliau ini, sampai episode ke 3, dalam waktu yang dekat lagi. Lancar banget y aku nulisnya.

Semua ini karena aku tidak dapat langsung mengungkapkan kepada beliau apa yang ingin aku sampaikan, aku hanya berusaha tegar, cuek dan sok cool saat berhadapan dengan beliau untuk menutupi sebenarnya aku sangat sedih, kekhawatiranku langsung menyerang bertubi-tubi, putus asa pun sudah siap-siap mengintaiku, bahkan alam bawah sadarku juga merasakannya, hal itu mempengaruhi ku beberapa minggu belakangan ini.

Kemarin saat aku mendengarkan hal itu, hati dan pikiranku terasa beku, tidak dapat berpikir jernih dan kepalaku sakit. 
Ego berkata kepadaku : " apa jadinya kedepan tanpa beliau? yakin semua akan berjalan dengan baik? Masih adakah harapan ke depan tanpa beliau? Sudah la, ancang2 lagi cari tempat lain."
Naluri mengambil alih : " Gak bisa gitu dong, beliau pasti sudah mikir, gak sembarangan ambil keputusan loh. Lu kira beliau buat keputusan kayak makan cabe, begitu makan langsung pedas, 
kan ada prosesnya x. Kita juga gak tau kan apa yang terjadi dalam kehidupan beliau, 
kehidupan dalam pekerjaan mang kita bergantung dengan beliau, tapi jiwa beliau kan bukan milik perusahaan, yakinlah pasti akan ada pengganti yang lebih baik lagi, 
bahkan ini seharusnya bab baru kan buat semuanya?"
Ego : " jiah elahhhh..... u gak liat situasi, beliau ada z masalah blom selesai loh, apa lagi kalau beliau gak ada, makin parah tuh. Mau di bawak ke mana tuh, masih ada gak jalannya untuk nyelesaikan semuanya?? "
Logika : "Apaan sih kalian, ribut z, tumben pula naluri lemes gitu, semangat dong. mang bis beliau gak ada semua bakal langsung hancur? bukannya beliau sudah membekali diri kalian toh? 
Haloooooo tolong dong mikir positifnya, jangan negatif terus, lagian yang kalian ributkan 
itu belum  terjadi loh, justrus kalian lah harus mendukung keputusan beliau, 
beliau capek loh. Katanya dekat dengan beliau, kenal dengan beliau, 
tapi kok malah sekarang naluri juga mengeluarkan emosi juga?
Ego : " Tuh liat perasaan, nahan-nahan, gak ada orang kalau berpikir sendiri malah keluar air mata. ampek imsonia juga nimbrung lagi. capek kalau satu itu dah datang lagi tau, kan buat emosi naik turun jadinya.
Perasaan : " jangan hiraukan aku, aku tau kalian semua terpengaruh denganku, tapi tolong bantu aku supaya aku bisa lebih ringan lagi, tidak memberatkan kalian semua.
 Aku hanya merasa, blom siap untuk melepas satu lagi sandaranku, kekuatanku, 
pohon besarku dan tidak tau akan berteduh ke mana di kala aku kepanasan atau kehujanan. 
Aku tau, di antara kita semua,aku yang paling susah sembuh, maka dari itu, 
tolong aku untuk bisa belajar menyambut tangan lapang dada dan ikhlas.
Waktu : " Aku akan membantu kalian semua, tidak akan ada yang sia-sia asal bersama aku, kalian tetap bersandar pada kebenaran, aturan, kebijakan dan pastinya pada TUHAN "

Ego, Logika dan perasaanku saling mengeluarkan pendapat. Dan hanya Waktulah yang akan menyembuhkan semua itu. Dan memang waktu yg dapat menenangkan pikiran u/ berpikir jernih.
Tapi, ini kali ke 2 nya aku di tinggalkan mereka. Di saat pertama, aku masih belum merasakan apa-apa, karena semuanya terasa begitu cepat terjadi. Pada saat ini, waktu jeda yang di muntahkan, membuat prosesnya terasa sangat menyayat hati. Aku tidak tau bagaimana perasaan yg lain, setelah mengetahui hal ini, jujur buat aku ini berat, walaupun berjalannya waktu ini, aku hanya diam, berusaha mengembalikan keceriaan dan kegilaanku.

Karena menunggu keputusan dan hasil itu sangat menyiksa. Serasa menunggu itu adalah hukuman terberat yg harus di jalankan dengan penuh kesabaran.

Kesadaran


Pagi menjelang siang hari ini, kata kesadaran muncul dalam benakku karena melihat adanya ketidak sadaran akan tugas dan tanggung jawab. Tidak perlu menyebut siapa, karena aku bukan mau mengkritik dirinya. Aku hanya ingin menginatkan diriku sendiri melalui tulisan ini. 

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kesadaran adalah kesadaran akan perbuatan. Sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya dan mengerti akan posisi, tanggung jawab dan tugasnya. 

Pertanyaanku, ke mana kesadaran akan tugas dan tanggung jawab? Apa yang menghinggap di dalam kepala, sehingga kesadaran itu menjauh. Dalam dunia pekerjaan, tidak mesti juga semua di bawak serius. Ada saatnya perlu merefresh otak. agar kerja otak bisa lebih maksimal lagi. Tapi untuk posisi tertentu dan di saat tertentu, kesadaran itu sangat di perlukan, agar tidak mengundang fitnah, dosa dan kritikan dari orang lain. 
Sifat dasar manusia itu adalah tidak sempurna, hanya berusaha menjadi yg terbaik, sebab kesempuraan hanya milik Sang Pencipta. maka dari itu perlu adanya kesadaran.

Kesadaran membawa seseorang kepada jenjang lebih tinggi lagi, baik dalam pekerjaannya, kehidupan sosialnya bahkan dalam keluarga. Apa maksudnya?
Kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan membuat seseorang akan di percayakan u/ tugas lainnya, bila ia mampu mengerjakannya, dia akan di promosikan ke posisi lebih baik lagi. Kesadaran dalam kehidupan sosial yang sangat luas akan memberikan efek positif tidak hanya dalam kehidupan kita, tetapi juga sampai anak cucu kita. Kesadaran dalam keluarga akan membuat keluarga solid, tidak dapat di pecah belahkan oleh pihak dari luar.

Dari 1 kata sederhana, dapat membuat kehidupan berubah. Jadi mari kita sadar diri, apa tugas dan tanggung jawab qt pada posisi masing-masing, sehingga memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita.


Kamis, 29 Juni 2017

Waktu

sesuatu yg tidak dapat di bayar atau di gantikan dengan uang adalah 
" WAKTU ",
ia seperti air yang mengalir dari sungai menuju lautan luas. 


Walaupun pada proses panjangnya air itu akan kembali ke sungai. 


Waktu yg akan mengobati, 
waktu juga yg akan membuktikan  
Tanpa waktu tidak akan ada kemajuan dan kita yang sekarang. 

Waktu yang telah berlalu terasa begitu cepat berlau, 
tetapi waktu yang kita nantikan berasa begitu panjang, 
terkadang membuat emosi menunjukkan kekuatannya. 
Maka waktu  yang memperlihatkan arti sebuah kesabaran.

Waktu yang membuat kita dapat berdamai dengan keadaan, situasi 
dan kondisi bahkan dengan diri kita sendiri. 
Karena hidup adalah proses dari waktu dan perubahan itu.

Minggu, 28 Mei 2017

For Someone I'm respect ( Eps 2 )

Jarang aku menuliskan 1 topik menjadi beberapa tulisan dalam waktu yang dekat.
tetapi, kali ini aku men sharing kan isi hatiku mengenai beliau yang aku hormati dan aku segani.

Kenapa baru sekarang aku menulisnya?
karena ke egoanku  menyadari, aku tidak ingin kehilangan dirinya, dalam kehidupanku. walaupun aku tau, sebenarnya ini merupakan awal dari sebuah bab baru dalam kehidupan ini.
tetapi, ......
aku yang terbiasa melihatnya setiap hari kerja,
terbiasa dengan candaannya yang terkadang sangat membantu merefresh otakku yang lagi mumet.
terbiasa dengan beliau yang lagi cemberut di pagi hari bila ada hal yang tidak sesuai dengannya,
terbiasa dengan cara ia tertawa yang akan terdengar sampai ke ruanganku,
bahkan suara bersinnya saat alerginya kambuh.
tidak pernah terpikir akan tidak mengalami itu semua lagi, setelah semua itu menjadi terbiasa dalam keseharian jam kerjaku.

di tahun tahun sebelumnya, saat aku belum berada di bawah kepemimpinan beliau, aku selalu diam-diam meneliti dan mempelajari cara beliau bertindak dalam mengambil keputusan,
apakah semua keputusan beliau tetap? tidak juga, karena tidak ada manusia yang sempurna,
tetapi beliau selalu dapat memperbaiki ketidak tepatan itu menjadi sesuatu yang terlihat seperti yang telah di rencanakan. Luar biasa.

saat aku jauh darinya,  tanpa aku sadari, aku menjadikan beliau sebagai model pemimpin yang aku inginkan, tentunya dengan versiku sendiri. banyak hal yang tidak aku sadari, aku meniru dari dirinya. aku memposisikan diriku, seandainya, aku berada pada posisi beliau, langkah apa yang harus aku lakukan.

dan kemudian setelah berada langsung di bawah kepemimpinan beliau, aku belajar menjadi matanya, belajar memasuki cara ia menilai permasalahan (hal ini tidak gampang di pelajari dan belum terpelajari sepenuhnya) namun ada beberapa hal yang penilaianku bisa masuk dan sejalan dengan penilaiannya.
dan apakah aku menjadi seperti beliau? tidak.

beliau tidak dapat di gantikan oleh siapa pun. tidak ada beliau yang kedua, mungkin yang lain dapat lebih memajukan .... tetapi tidak ada yang lain yang dapat menggantikan posisi beliau di hati kami para anggotanya.