Sabtu, 31 Desember 2016

Secangkir Teh di penghujung Tahun 2016

Sore ini aku lagi bersantai dengan secangkir teh hijau. Setelah istirahat beberapa hari dari rutinitas kantoran (walaupun ada beberapa pekerjaan yg aku bawa pulang and di ngomelin si mama ... hahaha....) tapi tetap kuliner yg berat so I'm need green tea but ... I'm enjoy my holiday at home.... hahaha....

Melihat secangkir teh hangatku ini, aku jadi merenung, bisa menjadi secangkir teh hangat yg aku nikmati saat ini, pastinya teh ini mengalami berbagai proses yg harus di lalui.
Ya ....itulah kehidupan, kita semua melalui proses yg panjang, sampai menjadi apa adanya diri kita saat ini.
Hari ini adalah hari ke 366 dari tahun 2016. Pastinya ada 366 kisah juga yg kita lalui sepanjang tahun ini. Setiap hari dengan kisahnya masing-masing. Apa yg telah kita lalu akan menjadi sebuah pengalaman, sebuah kenangan dan sebuah pembelajaran atau bahkan menjadi awal sebuah trauma dalam hati kita. Apa pun itu, setiap kisah yg terjadi dalam perjalanan hidup kita akan membentuk kita menjadi apa diri kita saat ini. Dan aku selalu mengingatkan diriku, Tuhan tau aku mampu melewatinya, walaupun semua proses itu berat.

Hari ini boleh menjadi akhir dari kisah kita di tahun 2016, namun besok harus menjadi awal dari kisah kita di tahun 2017.
Tahun 2016 bukan juga tahun yang gampang untuk di jalankan, tidak juga sulit (buktinya aku sudah melewati 365 harinya, + hari ini total 366 hari pastinya) Selama 365 hari ini, berbagai suka maupun duka selalu datang silih berganti, cacian, makian dan pujian datang dan pergi. Kebenaran, kesalahan, keterpurukkan dan akhirnya bangkit kembali..... semua itu ada dalam buku perjalanan hidup kita di tahun 2016 ini.

Aku tidak menyalahkan siapapun dalam semua hal di kehidupanku, karena semua itu ada hukum alam, sebab akibat yang berlaku (menurutku) Aku hanya berharap,
" Aku tidak akan di jadikan bahan gunjingan yg gak penting oleh orang-orang yg sok tau akan kehidupanku. Aku tidak di jadikan alasan yg mengada-ada di dalam kehidupan orang-orang pencemburu. Dan berharap aku tidak menyusahkan orang-orang yg merasa aku ini menyusahkan. Capek loh rasanya jadi orang yg di fitnah. Biarpun katanya qt di fitnah karena ada hal dalam kehidupan kita yg tidak dapat di capai oleh mereka yg menfitnah kita. But I don't like it."
Tapi aku sangat berterima kasih kepada semua orang-orang yg hadir dalam kehidupanku selama 2016 ini. Tidak memandang apa yg mereka pikirkan atau lakukan pada diriku. Karena apa pun itu, kalian semua membuat hidupku sepanjang 2016 ini berwarna.

So? apa gold tahun 2017. That's my secret..... hehehe..... yg pasti harus lebih baik dari tahun 2016, harus ada peningkatan dan perbaikan dalam semua aspek kehidupanku. Serta berharap akan bertemu dengan orang-orang yg selalu menginspirasi diriku, memotivasi diriku dan begitu pun sebaliknya, karena kehidupanku tidak hanya tentang diriku sendiri, tetapi juga orang-orang yg mengelilingiku.


Ops ... tak terasa waktu sudah petang, teh pun sudah habis, saatnya bersiap-siap untuk menyambut tahun yg baru..... ayo siapkan diri kita, bukan hanya sebuah perayaan hura-hura, tetapi sebuah hati yg baru untuk tahun yg baru......

Good bye 2016 and Welcome 2017 ......





Selasa, 01 November 2016

Tahun Pertama Papa


Kata kata yg ku buat, tidak semudah aku melewati hari-hariku.

Senyumanku, tawaku tidak menepis adanya kerinduanku.

Setiap kenangan yg teringat sungguh berharga,

walaupun saat itu, semua terasa biasa saja.

1 tahun sudah.... kepergianmu

Namun kesedihan ini terasa seperti 

sayatan kertas di tangan, tidak berbekas, namun menyakitkan.

Terkadang aku bertanya,

kenapa kalian yg sangat menyayangiku

begitu cepat meninggalkanku,

sebelum aku mampu memberikan

kebahagiaan kepada kalian.

Apakah kalian tidak ingin aku bahagiakan?

Apapun jawabannya....

Aku tidak akan pernah tau....

Yg dapat ku lakukan hanya

melanjutkan hidupku.

Walau tertatih2.... Aku akan berjalan...

Biarkan orang2 mengingat keberadaan kalian,

Melalui kehidupanku,

Karena tanpa mu aku bukan siapa2.

Lau Pa hari ini genap 366 harimu....

sampaikan salamku buat Mama, Ama, Akong dan Sha Pek....

Lihat dan awasin aku dari sana...

Semoga kalian semua di sana berbahagia...

ALL BECOUSE of TIME

Waktu yang telah kita lewati serasa begitu cepat berlalu, tetapi waktu yang kita nantikan serasa begitu lama dan waktu saat ini berasa begitu panjang. 
Pembukaan tulisan ini tentang waktu, waktu itu seperti air yang mengalir di sungai dan air itu tidak akan melewati tempat yang sama untuk ke 2 kalinya. Ya, waktu membuat kita melewati semua hal ..... 
waktu juga yang membuat kita lebih dewasa dan waktu juga membuat kita memiliki atau kehilangan sesuatu hal. 
Hidup tidak akan terlepas dari waktu. Karena waktu adalah bagian dari hidup itu sendiri. Berbicara soal waktu, aku merindukan begitu banyak hal dalam waktu-waktu yang telah berlalu, yang sebelumnya serasa biasa-biasa saja, ternyata hal tersebut membuat aku merindukan kembali di saat-saat aku sendirian tanpa LauPa yang mendampingiku setahun ini.

Tulisan ini bukan karena aku lagi mellow, tetapi karena aku merindukan LauPa. 
Aku rindu suara beratnya di telp yang menelponku bila ia merindukan aku di jam-jam kerja, 
aku rindu ia yang memberikan nasehat hidup saat aku sulit menghadapi rekan-rekan kerjaku, 
aku rindu di bonceng olehnya, 
aku rindu menikmati sarapan mie pansit berdua, 
rindu ikan panggangnya,
rindu saat-saat terkadang ia juga menyebalkan,
rindu cara tertawanya dengan gigi ompongnya,
rindu setiap waktu yang pernah aku lalui bersama dengan beliau.

Tapi itu semua tinggal kerinduan, salah satu kerinduan yang akan aku bawak sampai akhir hayatku.
Waktu ia di dunia ini telah selesai, dan waktu untuk aku melanjutkan hidupku dan menunggu waktunya untuk kami berkumpul kembali.

Semua oleh karena waktu.   

Senin, 24 Oktober 2016

Small Note in OCTOBER

Aku tidak jauh lebih buruk dari orang lain,
tidak jauh lebih baik dari orang lain juga.
Tidak ada yang sempurna di dunia dan
tidak ada yang abadi, 
semua hanya sementara.
Aku hanya menjalani hidupku yang di berikan TUHAN,
belajar menjadi ciptaanNYA 
yang semakin baik dan bertumbuh karenaNYA.
Karena aku tau 
AMBISI dan KEINGINAN yang kuat, 
bila tidak dibarengi kehendakNYA, 
tidak akan ada yang terwujudkan.

Rabu, 21 September 2016

PERCAYA

"Jangan terlalu baik kepada orang lain, ntar waktu di sakitin, akan berasa sakit sekali."
Kalimat yang sering aku dengarkan dulu dari almarhummah mama.
Ia paling tau betapa royalnya saya dengan orang-orang yang baik kepada saya.
Bagaimana saya akan memperlakukan orang-orang yang berteman dengan saya.
Walaupun ujung-ujungnya tidak jarang saya yang tersakiti, tapi itu lah saya.

Saya merasa di tinggalkan oleh mereka yang dulunya mengatakan akan selalu seperti itu,
gak akan berubah, akhirnya berubah juga.
Aku percaya kepada mereka, tidak pernah terpikirkan dalam hati semua akan berubah, walaupun tau suatu hari semua akan tidak sama.
Aku tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini. Ini hanya perasaan yang aku rasakan. Karena tidak ada manusia yang tidak berubah. Saya juga berubah.
Tetapi seperti pepatah yang pernah aku dengar, kepercayaan kepada seseorang itu ibarat kertas putih, bila pernah di rebuk, kertas putih itu tidak akan indah lagi, tetapi telah memiliki bekas remukkan.
Saya muduh memberikan kepercayaan kepada orang yang saya percaya, tetapi kepercayaan yang saya berikan itu mahal harganya dan bila ternodai, maka tidak akan ada lagi kepercayaan yang tersisa untuknya.


Senin, 01 Agustus 2016

Sepucuk Surat Penyemangat


Kemarin ada janji bakal ngasi kado ultah. Tapi gak tau mau ngasih apa, akhirnya waktu di rumah, liat2 buku koleksi, kepikiran ngasih buku, so milih dari buku koleksi sendiri, tanpa beli baru lagi. terpilihlah 2 buku, satu mengenai kehidupan dan satu lagi mengenai leadership. Abis tuh rasanya pengen sedikit menyoret2 kata-kata. Dan akhirnya keluarlah kata-kata berikut ini. Karena bis di tulis, di baca, kok enak di share juga tapi sudah di plus n minusin dari isi sebenernya. So this is it :


Bertambah satu angka pada usia kita,
berarti berkuranglah panjang waktu  di dunia ini.
Namun itu artinya bertambahlah pengalaman dan pengetahuan kita
di bandingkan mereka yang usianya di bawah kita, pastinya pengalaman itu berbeda-beda.
 
Pengalaman yang kita dapat harusnya membuat bobot hidup kita juga bertambah.
 
Aku tidak mengatakan hidupku lebih baik dari orang lain,
aku juga belum menjadi seorang pemimpin yang baik dan sukses.
Tapi aku berani mengatakan, aku berusaha keras untuk hidupku.
Bukan untuk menyenangkan orang lain, tetapi untuk mengalahkan diriku sendiri 
dan 
hal itu belum berakhir, masih berjalan, sampai saatnya TUHAN lah yang akan menyatakan,
aku menang atas diriku atau aku kalah terhadap diriku melalui alam semesta ini.
Namun aku berjuang bersama orang-orang yang ada di sekitarku dan mereka yang aku sayangi.
Karena aku adalah manusia, makhluk yang bukan individu, tetapi sosial.
Tidak dapat hidup seorang diri.
Maka aku berharap orang-orang di sekitarku dan orang-orang yang aku sayangi
juga merasa bangga dengan hidup mereka,
bersyukur dengan semua yang mereka miliki.
Dan terus berjuang sampai saatnya tiba.
 
aku bukan makhluk yang sempurna, belum menjadi yang terbaik.
Masih manusia yang tidak luput dari kesalahan.

Akhir kata :
“Let's Do our best and to be the best, believe in ourself we can make it”

Rabu, 27 Juli 2016

Big House vs Small House

Seperti yang kau telah tulis di tulisan sebelumnya, aku akan mengupas kehidupan sebuah rumah. 
Apa sih rumah itu? Gedung atau kah orangnya? 
Jawabanku ke 2nya.

Untuk aku yang berasal dari keluarga broken home, 
dan dari kecil tinggal dengan keluarga besar, kebersamaan itu selalu berwarna-warni. 
Setidaknya itu yang aku ingat dari masa kecilku 
saat berada di rumah oma opa dan tante yang membesarkanku.

Setelahnya, aku tinggal dengan salah satu tanteku, 
di sini aku belajar banyak tentang arti sebuah keluarga utuh, suka duka kami rasakan, 
setidaknya sampai saat ini setelah aku bersama mereka selama hampir 12 tahun. 
Namun ada perbedaan saat berada di rumah kecil dan rumah besar.

Dulu saat televisi hanya satu, saat kami harus berbagi kamar tidur dengan para sepupu, 
saat ruang makan harus berbagi dengan ruang serbaguna. 
Walau sesat, kesal, namun kebersamaan itu terasa, kekompakan itu terasa, 
kekesalan, canda tawa itu selalu terdengar. 

Namun saat ini setelah berada di rumah besar, dengan fasilitas yang memadai, 
membuat intensitas pertemuan ku dengan keluarga inti berkurang, 
aku sedikit merasa kesepian, dengan sikap dingin yang terkadang ku temui, 
aku menjadi menarik diriku sendiri dari lingkaran, 
mengatakan pada diri sendiri, " mungkin mereka memiliki masalah, 
mending aku tidak mendekati mereka, agar mereka tidak semakin kesal." 
Aku merasa menjadi bagian beban untuk mereka, 
merasa diri ini seperti manusia yang tidak ada artinya, keberadaanku tidak penting dan berpengaruh. 

Aku sedih, aku sendirian, kemana kebersamaan yang dulu ada, ke mana aku harus meminta perlindungan.
Aku ingin berbegi cerita, tapi tidak berani lagi.
ini lah perbedaan yang aku rasakan sewaktu di rumah kecil dan rumah besar.

Hal ini membuat aku berpikir lain x klau di kasih rejeki, tidak ingin rumah yang besar, tetapi rumah yang sederhana dan nyaman serta dapat membangun kebersamaan walaupun dengan hiruk pikuknya semua anggotanya.