Jumat, 29 September 2017

For Someone I'm respect (Eps 4) Edisi Aku Tanpa Beliau

"Aku tau pohon besar itu di pindahkan ke tempat yg lebih baik lagi, tapi aku masih merindukan pelindungan pohon besar, angin sepoi-sepoi yang bertiup di bawah pohon besar tersebut dan suara daun-daunnya yg mulai kering di terpa matahari serta di tiup oleh angin."

Pejalan kaki kehilangan pohon besar tempat biasa bernaung saat matahari bersinar dengan terik, pejalan kaki harus belajar membawa payung sendiri, belajar menyesuaikan pakaian dan bawaan yg harus di bawak, agar dapat bertahan di teriknya matahari

Hampir 2 bulan, pohon besar telah berpindah. Pejalan kaki belum move on. Dalam pembicaraan, pohon besar masih sering bermunculan. pejalan kaki tau tidak seharusnya ia seperti itu. Tapi, ia juga tidak dapat melarang pikiran dan ucapannya menyebutkan pohon besar. Biar waktu dan fokus yang akan berperan.
Secara spesifik, perubahan masih berjalan perlahan. Saat ini pejalan kaki juga belum bisa mengatakan ke arah mana perubahan itu terjadi.
Harapannya, semua akan berubah ke arah yang lebih baik dan berjalan ke arah kesuksesan. Banyak hal yang di harapkan dengan perubahan ini. Semoga dapat terwujudkan secara perlahan tapi pasti.

Pejalan kaki juga banyak belajar, banyak mendapat ilmu dan banyak melihat. Ternyata banyak pemandangan yang dapat di lihat tanpa pohon besar. Namun ....
Sifat pejalan kaki yg susah bersosialisasi membuatnya berusaha keras untuk menyesuaikan diri.
Jam terbang memaksanya untuk belajar cepat.
Ia tertawa, ia tersenyum, namun otaknya berpikir dan merenungkan serta mempelajari semua hal baru yg ia lihat.
Sebuah tantangan yang harus dapat di hadapi dan di tindak lanjuti. Intinya banyak PR yang harus di hadapi dan di selesaikan pejalan kaki.

Yang meninggalkan akan melangkah maju mencapai impian yang di kejar, 
sedangkan yg di tinggalkan akan melangkah maju 
untuk mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri dengan hal baru.

Ada saatnya pejalan kaki tersandung, kepanasan bahkan kehujanan, ia teringat dengan pohon besar, namun ia tidak mungkin mengembalikan pohon besar, air matanya jatuh tak tertahankan. Namun ia berusaha berdiri kembali agar ia dapat berkata kepada pohon besar,

" terimakasih pohon besar 

yang telah memjadi bagian dari perjalananku. "





Selasa, 05 September 2017

Don't jealous with the single one

Tidak ada yang perlu di cemburukan dari wanita single. 
Tidakkah anda tau, tidak semua wanita single juga menginginkan status itu.
Kebebasan, kemandirian dan keberanian bukan hal yang sangat di banggakan. 
Wanita single memiliki kebebasan, kemandirian dan keberanian karena hanya hal itu yang dapat di pegang agar wanita single bertahan di kehidupan yang semakin lama, semakin keras.
Dan mereka mendapatkan hal itu dengan bayaran yang mahal.

Syukurilah, jalanilah dan nikmatilah kehidupan yang tidak single itu lagi, 
karena TUHAN tidak pernah meninggalkan hambanya.
Masalah? 
Sepanjang nafas ini masih ada, 

sepanjang kita masih manusia, masalah itu akan selalu ada.
JANGAN pernah berpikir wanita single tidak memiliki masalah. anda salah.


Pernahkah anda bertanya kepada wanita single, 
lelah kah mereka dengan kehidupan yang keras ini?
Pernahkah anda bertanya, seberapa banyak air mata yang pernah mereka teteskan 

karena candaan, lirikkan sepele dan fitnahan yang mereka dapatkan?
Pernahkah anda bertanya butuhkan mereka 

sebuah kalimat penghiburan dari orang-orang yang katanya dekat dengan mereka?
Pernahkah anda bertanya butuhkah mereka 

sebuah pelukkan saat semua lelah itu menghampiri mereka.

Single atau bukan, status bukanlah sebuah patokkan dan tidak perlu di cemburukan. 
kecemburuan itu sendiri yang akan membunuh hati dan pikiran anda. 

Jumat, 25 Agustus 2017

Onion coating/ Lapisan Bawang Merah

Lapisan Bawang Merah

Istilah ini keluar seketika dalam benakku, saat aku flash back apa yang aku alami belakangan ini.
Semakin banyak hal yang kita alami, akan semakin banyak lembaran dalam hidup kita. Setiap kejadian dalam hidup ini, akan membentuk satu lapisan yang menutupi diri kita, membuat kehidupan kita semakin kaya akan pengalaman.
Tidak selamanya lapisan itu tebal, tidak semalamnya juga lapisan itu tipis, tidak juga selalu bagus, ada kalanya lapisan itu kering. Namun setiap lapisan membuat kita berkembang, semakin besar, semakin berisi dan semakin terasa.

Semakin besar sebuah bawang, semakin banyak yang dapat di gunakan untuk bumbu makanan.
Seperti itu pula kehidupan kita seharusnya. Semakin banyak pengalaman yang melapisi hidup ini, seharusnya semakin kita dapat di pakai untuk kehidupan ini. Tidak untuk sekala besar, tetapi untuk orang-orang di sekitar kita. Karena tidak mudah mengubah dunia dengan ke dua tangan kita, tetapi kita bisa mengubah orang-orang di sekitar kita. Tidak semuanya, tetapi setidaknya satu atau dua orang akan mendapatkan inspirasi dari diri kita untuk berkembang sesuai versi mereka sendiri.

Aku tidak menyatakan aku berhasil merubah orang lain, tetapi aku berani mengatakan, beberapa orang yang saya kenal, menjadikan saya inspirasi dalam beberapa bagian kehidupan mereka untuk berkembang. Hal ini membuat saya terpacu untuk lebih berkembang lagi. Bukan demi di jadikan role model, tetapi tidak ingin mereka kecewa dengan aku. Walaupun aku sendiri sadar akan kekurangan dan kesalahan yang pernah aku buat. Karena tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, yang ada hanya belajar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tidak mesti menjadi seorang motivator untuk merubah orang, 
tidak perlu menjadi seorang guru/ dosen untuk mengajarkan. 
Tetapi kita hanya perlu menjalankan kehidupan kita, 
melawan musuh kita sendiri ( diri kita sendiri) dan mempertebal lapisan kehidupan kita, 
maka sedikit banyak kita telah menjadi contoh/ motivator bahkan role model untuk orang lain.

Memang kehidupan ini milik kita sendiri, 
tetapi kita juga harus mengingat kehidupan individu kita berkaitan dengan orang-orang di sekitar kita 
dan orang- orang yang kita sayangi.


Selasa, 15 Agustus 2017

Teguran Seorang Teman

" Tidak ada satu pun manusia yang sepenuhnya menjadi seperti yang di kehendaki orang lain."

Kalimat yang membenarkan ego seorang manusia. 
Tidak ada yang salah. 
Karena manusia memiliki keunikan, sifat dan pemikiran masing-masing.
Aku tidak menyalahkan siapapun dan aku tidak ingin di salahkan juga. 
Namun hari ini, aku di tegur oleh temanku 
karena sifatku yang jutek, to the point 
dan gak tahan dengan kalimat-kalimat yang jelas tau jawabannya, 
tetapi di pertanyakan lagi. 

Sebagai manusia biasa, saat di kritik dan di tegur, 
saya tidak terima, karena saya tidak suka, 
katanya karena sifat saya itu, saya di bilang jutek dan cerewet. 
Yeah..... It's me.  

Tapi, kembali saya merenung, karena ia teman saya, dia sayang dengan saya, makanya ia menegur saya, memberitahukan bahwa saya salah. Tidak seharusnya saya seperti itu, saya harus berubah.

Apakah saya dapat berubah ? Tidak ada ada yang salah, saya harus membuka pikiran saya, teguran itu karena sayangnya dia kepada saya. Perbedaan di antara kami, membuat saya lebih belajar lagi, tentang kepribadian saya sendiri, sejauh mana saya bersabar, menerima kritikan, menerima pandangan orang lain dan lebih membiarkan apa yang harus terjadi terjadilah, karena tiada yang sempurna di dunia ini.

Tegurannya membuat saya kembali merenung, saya masih harus berubah, masih harus belajar dan belajar.
Terima Kasih temanku untuk teguran kali ini.

Minggu, 13 Agustus 2017

Miss You Lau Pa

Beberapa hari yang lalu saat aku ketemuan dengan teman baiku di salah satu mall. Aku melihat ada seorang anak perempuan yang makan bersama dengan ayahnya. Sedikit mencuri perhatianku. Aku teringat dua tahun yang lalu, saat papa masih hidup dan aku bertugas di kota lain, saat aku pulang ke kota tempat tinggalku, selalu menyempatkan diri untuk makan bersama papa, seringnya selalu makan mie pansit, karena aku menyukainya. Papa selalu menuruti keinginanku karena menurutnya di kota tempat aku bertugas, aku susah untuk mendapatkan makanan itu. Saat kami makan, banyak hal yang kami obrolkan. Tidak ada tempat istimewa, hanya ke mana papa membawaku, karena saat itu aku belum bisa membawa kendaraan sendiri. Kini aku merindukan moment moment itu. 
Setelah dari tempat makan tersebut, saat aku mau pulang, aku melihat lagi ayah dan anak perempuan itu keluar dari supermarket, sepertinya mereka habis belanja keperluan bulanan. Aku terharu dan sedikit iri, aku merindukan papa.
Melihat mereka yang memiliki orang tua yang melindungi, memperhatikan dan memarahi, sedikt membuatku iri. Aku yang masih memiliki seorang ibu, tetapi tidak pernah mencariku, sedangkan papa yang peduli padaku tidak ada lagi. 
Waktu yang berjalan memang membuatku sedikit melupakan kesedihanku akan kehilangan papa. Tapi kerinduan ini masih tetap ada. Aku tidak akan tau kerinduan ini akan sampai kapan, tetapi kini aku mengerti, arti seorang papa buat seorang anak perempuan.
Miss u Lau pa

Selasa, 25 Juli 2017

Rasa Sayang

Pagi ini, saya baru sempat membaca satu per satu isian yang saya berikan semalam. Pertanyaan-pertanyaan yang saya buat sendiri dengan tujuan bertanya pada diri saya sendiri, yang akhirnya saya keluarkan dan melihat reaksi yang lain dalam pelatihan.
Beberapa bulan yang lalu saat tema yang sama saya bawakkan di daerah yang berbeda, saya melihat dari isian tersebut hanya satu dua orang yang memiliki rasa sayang terhadap tempat ia bekerja, bagi yang lain perusahaan mereka hanya tampat menghasilkan gaji mereka, tidak tergambarkan adanya rasa sayang yang tumbuh dalam diri mereka terhadap perusahaan mereka.
Namun jawaban dari peserta pelatihan semalam, ada rasa sayang, kasih dan perduli bahkan kebanggaan buat mereka akan perusahaan mereka.
Jujur, hati saya tersentuh dengan jawaban-jawaban mereka. terlepas dari niat apa mereka menuliskan tulisan mereka. tapi saya membaca adanya ketulusan yang tersirat pada tulisan mereka.
Saya berharap dengan adanya pelatihan-pelatihan yang menumbuhkan rasa di perdulikan, rasa di perhatikan membuat mereka semangat kembali.
Melihat perkembangan mereka yang sedikit mundur dari dua tahun sebelumnya, membuat saya sedikit bersedih hati dan berpikir keras, apa yang salah dan bagaimana membuat mereka kembali pada semangat tinggi  mereka seperti saat itu.
Saya masih berharap pada kemajuan mereka, mereka yang belajar dari yang tidak tau dan tidak mengerti. Menjadi mereka yang saat ini.

berharap mereka bisa maju dan maju lagi, tidak jalan di tempat. Karena rasa sayang yang mereka miliki.

Jumat, 30 Juni 2017

For Someone I'm respect (Eps 3) Edisi Waktu

Tulisan ke tiga untuk orang yang sama. Seingatku, dulu masa jatuh cinta juga tidak pernah menuliskan mereka dalam blogku, tapi kenapa beliau ini, sampai episode ke 3, dalam waktu yang dekat lagi. Lancar banget y aku nulisnya.

Semua ini karena aku tidak dapat langsung mengungkapkan kepada beliau apa yang ingin aku sampaikan, aku hanya berusaha tegar, cuek dan sok cool saat berhadapan dengan beliau untuk menutupi sebenarnya aku sangat sedih, kekhawatiranku langsung menyerang bertubi-tubi, putus asa pun sudah siap-siap mengintaiku, bahkan alam bawah sadarku juga merasakannya, hal itu mempengaruhi ku beberapa minggu belakangan ini.

Kemarin saat aku mendengarkan hal itu, hati dan pikiranku terasa beku, tidak dapat berpikir jernih dan kepalaku sakit. 
Ego berkata kepadaku : " apa jadinya kedepan tanpa beliau? yakin semua akan berjalan dengan baik? Masih adakah harapan ke depan tanpa beliau? Sudah la, ancang2 lagi cari tempat lain."
Naluri mengambil alih : " Gak bisa gitu dong, beliau pasti sudah mikir, gak sembarangan ambil keputusan loh. Lu kira beliau buat keputusan kayak makan cabe, begitu makan langsung pedas, 
kan ada prosesnya x. Kita juga gak tau kan apa yang terjadi dalam kehidupan beliau, 
kehidupan dalam pekerjaan mang kita bergantung dengan beliau, tapi jiwa beliau kan bukan milik perusahaan, yakinlah pasti akan ada pengganti yang lebih baik lagi, 
bahkan ini seharusnya bab baru kan buat semuanya?"
Ego : " jiah elahhhh..... u gak liat situasi, beliau ada z masalah blom selesai loh, apa lagi kalau beliau gak ada, makin parah tuh. Mau di bawak ke mana tuh, masih ada gak jalannya untuk nyelesaikan semuanya?? "
Logika : "Apaan sih kalian, ribut z, tumben pula naluri lemes gitu, semangat dong. mang bis beliau gak ada semua bakal langsung hancur? bukannya beliau sudah membekali diri kalian toh? 
Haloooooo tolong dong mikir positifnya, jangan negatif terus, lagian yang kalian ributkan 
itu belum  terjadi loh, justrus kalian lah harus mendukung keputusan beliau, 
beliau capek loh. Katanya dekat dengan beliau, kenal dengan beliau, 
tapi kok malah sekarang naluri juga mengeluarkan emosi juga?
Ego : " Tuh liat perasaan, nahan-nahan, gak ada orang kalau berpikir sendiri malah keluar air mata. ampek imsonia juga nimbrung lagi. capek kalau satu itu dah datang lagi tau, kan buat emosi naik turun jadinya.
Perasaan : " jangan hiraukan aku, aku tau kalian semua terpengaruh denganku, tapi tolong bantu aku supaya aku bisa lebih ringan lagi, tidak memberatkan kalian semua.
 Aku hanya merasa, blom siap untuk melepas satu lagi sandaranku, kekuatanku, 
pohon besarku dan tidak tau akan berteduh ke mana di kala aku kepanasan atau kehujanan. 
Aku tau, di antara kita semua,aku yang paling susah sembuh, maka dari itu, 
tolong aku untuk bisa belajar menyambut tangan lapang dada dan ikhlas.
Waktu : " Aku akan membantu kalian semua, tidak akan ada yang sia-sia asal bersama aku, kalian tetap bersandar pada kebenaran, aturan, kebijakan dan pastinya pada TUHAN "

Ego, Logika dan perasaanku saling mengeluarkan pendapat. Dan hanya Waktulah yang akan menyembuhkan semua itu. Dan memang waktu yg dapat menenangkan pikiran u/ berpikir jernih.
Tapi, ini kali ke 2 nya aku di tinggalkan mereka. Di saat pertama, aku masih belum merasakan apa-apa, karena semuanya terasa begitu cepat terjadi. Pada saat ini, waktu jeda yang di muntahkan, membuat prosesnya terasa sangat menyayat hati. Aku tidak tau bagaimana perasaan yg lain, setelah mengetahui hal ini, jujur buat aku ini berat, walaupun berjalannya waktu ini, aku hanya diam, berusaha mengembalikan keceriaan dan kegilaanku.

Karena menunggu keputusan dan hasil itu sangat menyiksa. Serasa menunggu itu adalah hukuman terberat yg harus di jalankan dengan penuh kesabaran.