Selasa, 07 November 2017

Tahun ke 2 Papa

Waktu seakan berjalan dengan cepat. Ini sudah November 2017, kamarin 01 Nov pas 2 tahunnya papa, tapi mei peringati di penanggalan tionghuanya ( kelender Lunar ) kebetulan tahun ini jatuh pada tanggal 08 November.
Apa yg aku rindukan dari papa?
Perhatian papa yg tidak di iringi dengan ember2 lainnya.
Saat beliau menopang dagu melihat aku lagi duduk di samping atau depannya.
Rindu di bonceng papa, rindu ngobrol di telp sama papa.
Rindu semua hal tentang papa.
kerinduan yg gak akan pernah kesampaian, hanya sebait doa dan asap dupa yg akan sampai ke papa.

Papa .... lihat lah anak mu ini, sudah sejauh apa aku papa, masih kah aku menjadi kebanggaanmu?
Masih kah aku anak yg dapat menjadi tempatmu curhat?
Papa .... aku juga tidak ada papa lagi untuk curhat.
Semua aku jalani sendiri, papa bilang akan ada mama buat aku, tapi aku tau posisiku.
Tidak ada yg memprioritaskan aku lagi selain papa.

Pa.... kuatkan anakmu yg masih cengeng ini. Kuatkan anakmu yg masih kesepian di keramaian ini.
Pa .... berharap dapat bertemu denganmu walau hanya dalam mimpi.

Miss u Lau Pa.

Senin, 30 Oktober 2017

Penyesalan ( Edisi untuk Mantan tak sampai )

" Aku bukan manusia super, jadi akan ada keputusan ku yg membawa penyesalan di kemudian hari, 
tapi aku yakin bila aku sadar keputusan yg aku buat itu salah dan 
aku berusaha merubah sebuah kesalahan itu menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman 
yg mendewasakan diriku, penyesalan itu tidak akan sia-sia. "

Sebait status yang aku buat di media sosialku di Senin pagi ini, sebelum aku memulai aktivitas yg telah aku rencanakan. Sebait status yg telah lama terbersik di benakku saat aku mulai melihat mereka yg dulu mengejar diriku, kini telah memiliki pendamping. Selalu ada kalimat : 
" andai aku yg berada di samping mereka / andai aku berani saat itu / andai aku menerimanya
terhadap beberapa dari mereka, aku sungguh merasa bersalah, namun tidak untuk saat ini setelah melihat mereka dengan pasangannya. Walau masih ada beberapa yg masih akan keluar kalimat2 andai tersebut. 

Apakah aku menyesal? 
Y, tidak aku pungkiri, terkadang aku menyesali betapa aku tidak berani mengambil keputusan saat itu, betapa teganya aku kepada mereka, betapa aku sangat memikirkan pandangan keluargaku. Namun, di atas semua itu jujur aku egois. Egois terhadap diriku sendiri dan aku terlalu memikirkan keluargaku. Apakah itu salah? Tidak ada yg salah. Penyesalan bukan jawaban dan solusi yg dapat menenangkan hatiku saat ini, walaupun terkadang aku kesepian, terkadang aku merindukan masa2 bersama mereka. Tapi aku cukup berterima kasih kepada TUHAN, mempertemukan mereka dengan orang yg bener2 mereka perlukan (itu menurut pandanganku). 

Apakah penyesalan ini akan membawak diriku makin terpuruk dan makin menutup hati ini?
Tidak, justru aku belajar, penyesalan ini adalah pembelajaran buat diriku, penyesalan ini ada karena aku tidak memperjuangkan mereka, namun mereka juga tidak memperjuangkan diriku, tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tidak juga menghibur diri dengan kalimat " tidak jodoh " lebih tepatnya kasih dan sayang kami saat itu tidak cukup kuat, sehingga tidak ada dari kami yg saling memperjuangkan. Apa yg salah, yg salah adalah kami belum sepenuhnya merasakan kasih yg kami inginkan.

Penyesalan ini membawa senyum untukku, karenanya juga aku lebih bisa menghargai setiap individu yg berada di sekitarku, walaupun cara aku mengekpresikan kasih dan sayang ku terhadap setiap individu tersebut berbeda-beda.

nb : buat mereka, aku selalu memberikan restu dan doa yg terbaik untuk kalian, masa lalu bukan u/di benci karena masa lalu akan menjadi bagian dari hidup ini.Terima kasih kalian pernah singgah dalam kehidupanku.


Jumat, 29 September 2017

For Someone I'm respect (Eps 4) Edisi Aku Tanpa Beliau

"Aku tau pohon besar itu di pindahkan ke tempat yg lebih baik lagi, tapi aku masih merindukan pelindungan pohon besar, angin sepoi-sepoi yang bertiup di bawah pohon besar tersebut dan suara daun-daunnya yg mulai kering di terpa matahari serta di tiup oleh angin."

Pejalan kaki kehilangan pohon besar tempat biasa bernaung saat matahari bersinar dengan terik, pejalan kaki harus belajar membawa payung sendiri, belajar menyesuaikan pakaian dan bawaan yg harus di bawak, agar dapat bertahan di teriknya matahari

Hampir 2 bulan, pohon besar telah berpindah. Pejalan kaki belum move on. Dalam pembicaraan, pohon besar masih sering bermunculan. pejalan kaki tau tidak seharusnya ia seperti itu. Tapi, ia juga tidak dapat melarang pikiran dan ucapannya menyebutkan pohon besar. Biar waktu dan fokus yang akan berperan.
Secara spesifik, perubahan masih berjalan perlahan. Saat ini pejalan kaki juga belum bisa mengatakan ke arah mana perubahan itu terjadi.
Harapannya, semua akan berubah ke arah yang lebih baik dan berjalan ke arah kesuksesan. Banyak hal yang di harapkan dengan perubahan ini. Semoga dapat terwujudkan secara perlahan tapi pasti.

Pejalan kaki juga banyak belajar, banyak mendapat ilmu dan banyak melihat. Ternyata banyak pemandangan yang dapat di lihat tanpa pohon besar. Namun ....
Sifat pejalan kaki yg susah bersosialisasi membuatnya berusaha keras untuk menyesuaikan diri.
Jam terbang memaksanya untuk belajar cepat.
Ia tertawa, ia tersenyum, namun otaknya berpikir dan merenungkan serta mempelajari semua hal baru yg ia lihat.
Sebuah tantangan yang harus dapat di hadapi dan di tindak lanjuti. Intinya banyak PR yang harus di hadapi dan di selesaikan pejalan kaki.

Yang meninggalkan akan melangkah maju mencapai impian yang di kejar, 
sedangkan yg di tinggalkan akan melangkah maju 
untuk mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri dengan hal baru.

Ada saatnya pejalan kaki tersandung, kepanasan bahkan kehujanan, ia teringat dengan pohon besar, namun ia tidak mungkin mengembalikan pohon besar, air matanya jatuh tak tertahankan. Namun ia berusaha berdiri kembali agar ia dapat berkata kepada pohon besar,

" terimakasih pohon besar 

yang telah memjadi bagian dari perjalananku. "





Selasa, 05 September 2017

Don't jealous with the single one

Tidak ada yang perlu di cemburukan dari wanita single. 
Tidakkah anda tau, tidak semua wanita single juga menginginkan status itu.
Kebebasan, kemandirian dan keberanian bukan hal yang sangat di banggakan. 
Wanita single memiliki kebebasan, kemandirian dan keberanian karena hanya hal itu yang dapat di pegang agar wanita single bertahan di kehidupan yang semakin lama, semakin keras.
Dan mereka mendapatkan hal itu dengan bayaran yang mahal.

Syukurilah, jalanilah dan nikmatilah kehidupan yang tidak single itu lagi, 
karena TUHAN tidak pernah meninggalkan hambanya.
Masalah? 
Sepanjang nafas ini masih ada, 

sepanjang kita masih manusia, masalah itu akan selalu ada.
JANGAN pernah berpikir wanita single tidak memiliki masalah. anda salah.


Pernahkah anda bertanya kepada wanita single, 
lelah kah mereka dengan kehidupan yang keras ini?
Pernahkah anda bertanya, seberapa banyak air mata yang pernah mereka teteskan 

karena candaan, lirikkan sepele dan fitnahan yang mereka dapatkan?
Pernahkah anda bertanya butuhkan mereka 

sebuah kalimat penghiburan dari orang-orang yang katanya dekat dengan mereka?
Pernahkah anda bertanya butuhkah mereka 

sebuah pelukkan saat semua lelah itu menghampiri mereka.

Single atau bukan, status bukanlah sebuah patokkan dan tidak perlu di cemburukan. 
kecemburuan itu sendiri yang akan membunuh hati dan pikiran anda. 

Jumat, 25 Agustus 2017

Onion coating/ Lapisan Bawang Merah

Lapisan Bawang Merah

Istilah ini keluar seketika dalam benakku, saat aku flash back apa yang aku alami belakangan ini.
Semakin banyak hal yang kita alami, akan semakin banyak lembaran dalam hidup kita. Setiap kejadian dalam hidup ini, akan membentuk satu lapisan yang menutupi diri kita, membuat kehidupan kita semakin kaya akan pengalaman.
Tidak selamanya lapisan itu tebal, tidak semalamnya juga lapisan itu tipis, tidak juga selalu bagus, ada kalanya lapisan itu kering. Namun setiap lapisan membuat kita berkembang, semakin besar, semakin berisi dan semakin terasa.

Semakin besar sebuah bawang, semakin banyak yang dapat di gunakan untuk bumbu makanan.
Seperti itu pula kehidupan kita seharusnya. Semakin banyak pengalaman yang melapisi hidup ini, seharusnya semakin kita dapat di pakai untuk kehidupan ini. Tidak untuk sekala besar, tetapi untuk orang-orang di sekitar kita. Karena tidak mudah mengubah dunia dengan ke dua tangan kita, tetapi kita bisa mengubah orang-orang di sekitar kita. Tidak semuanya, tetapi setidaknya satu atau dua orang akan mendapatkan inspirasi dari diri kita untuk berkembang sesuai versi mereka sendiri.

Aku tidak menyatakan aku berhasil merubah orang lain, tetapi aku berani mengatakan, beberapa orang yang saya kenal, menjadikan saya inspirasi dalam beberapa bagian kehidupan mereka untuk berkembang. Hal ini membuat saya terpacu untuk lebih berkembang lagi. Bukan demi di jadikan role model, tetapi tidak ingin mereka kecewa dengan aku. Walaupun aku sendiri sadar akan kekurangan dan kesalahan yang pernah aku buat. Karena tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, yang ada hanya belajar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tidak mesti menjadi seorang motivator untuk merubah orang, 
tidak perlu menjadi seorang guru/ dosen untuk mengajarkan. 
Tetapi kita hanya perlu menjalankan kehidupan kita, 
melawan musuh kita sendiri ( diri kita sendiri) dan mempertebal lapisan kehidupan kita, 
maka sedikit banyak kita telah menjadi contoh/ motivator bahkan role model untuk orang lain.

Memang kehidupan ini milik kita sendiri, 
tetapi kita juga harus mengingat kehidupan individu kita berkaitan dengan orang-orang di sekitar kita 
dan orang- orang yang kita sayangi.


Selasa, 15 Agustus 2017

Teguran Seorang Teman

" Tidak ada satu pun manusia yang sepenuhnya menjadi seperti yang di kehendaki orang lain."

Kalimat yang membenarkan ego seorang manusia. 
Tidak ada yang salah. 
Karena manusia memiliki keunikan, sifat dan pemikiran masing-masing.
Aku tidak menyalahkan siapapun dan aku tidak ingin di salahkan juga. 
Namun hari ini, aku di tegur oleh temanku 
karena sifatku yang jutek, to the point 
dan gak tahan dengan kalimat-kalimat yang jelas tau jawabannya, 
tetapi di pertanyakan lagi. 

Sebagai manusia biasa, saat di kritik dan di tegur, 
saya tidak terima, karena saya tidak suka, 
katanya karena sifat saya itu, saya di bilang jutek dan cerewet. 
Yeah..... It's me.  

Tapi, kembali saya merenung, karena ia teman saya, dia sayang dengan saya, makanya ia menegur saya, memberitahukan bahwa saya salah. Tidak seharusnya saya seperti itu, saya harus berubah.

Apakah saya dapat berubah ? Tidak ada ada yang salah, saya harus membuka pikiran saya, teguran itu karena sayangnya dia kepada saya. Perbedaan di antara kami, membuat saya lebih belajar lagi, tentang kepribadian saya sendiri, sejauh mana saya bersabar, menerima kritikan, menerima pandangan orang lain dan lebih membiarkan apa yang harus terjadi terjadilah, karena tiada yang sempurna di dunia ini.

Tegurannya membuat saya kembali merenung, saya masih harus berubah, masih harus belajar dan belajar.
Terima Kasih temanku untuk teguran kali ini.

Minggu, 13 Agustus 2017

Miss You Lau Pa

Beberapa hari yang lalu saat aku ketemuan dengan teman baiku di salah satu mall. Aku melihat ada seorang anak perempuan yang makan bersama dengan ayahnya. Sedikit mencuri perhatianku. Aku teringat dua tahun yang lalu, saat papa masih hidup dan aku bertugas di kota lain, saat aku pulang ke kota tempat tinggalku, selalu menyempatkan diri untuk makan bersama papa, seringnya selalu makan mie pansit, karena aku menyukainya. Papa selalu menuruti keinginanku karena menurutnya di kota tempat aku bertugas, aku susah untuk mendapatkan makanan itu. Saat kami makan, banyak hal yang kami obrolkan. Tidak ada tempat istimewa, hanya ke mana papa membawaku, karena saat itu aku belum bisa membawa kendaraan sendiri. Kini aku merindukan moment moment itu. 
Setelah dari tempat makan tersebut, saat aku mau pulang, aku melihat lagi ayah dan anak perempuan itu keluar dari supermarket, sepertinya mereka habis belanja keperluan bulanan. Aku terharu dan sedikit iri, aku merindukan papa.
Melihat mereka yang memiliki orang tua yang melindungi, memperhatikan dan memarahi, sedikt membuatku iri. Aku yang masih memiliki seorang ibu, tetapi tidak pernah mencariku, sedangkan papa yang peduli padaku tidak ada lagi. 
Waktu yang berjalan memang membuatku sedikit melupakan kesedihanku akan kehilangan papa. Tapi kerinduan ini masih tetap ada. Aku tidak akan tau kerinduan ini akan sampai kapan, tetapi kini aku mengerti, arti seorang papa buat seorang anak perempuan.
Miss u Lau pa